Tampilkan postingan dengan label Berita Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Pertanian. Tampilkan semua postingan
Senin, 23 April 2012
Selasa, 17 April 2012
Boediono: Riset Penting bagi Dunia Pertanian
Wakil Presiden Boediono menekankan pentingnya research and development (penelitian dan pengembangan) berbagai sektor komoditas untuk peningkatan produktivitas yang berkesinambungan. "Secara umum, asal-muasal potensi peningkatan produktivitas adalah R&D (research and development). Ini berlaku di sektor pertanian, manufaktur, dan jasa," kata Boediono dalam kata sambutannya di acara Raker Nasional Pembangunan Pertanian 2012 di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu, 11 Januari 2012.
Namun anggaran penelitian dan pengembangan di Indonesia merupakan yang terendah di ASEAN, baik anggaran dari pemerintah maupun swasta. Padahal penerapannya memiliki relevansi dengan upaya peningkatan produktivitas komoditas apa pun. Penelitian dan pengembangan juga harus bisa diterjemahkan di lapangan, bukan sekadar penemuan di laboratorium. "Dengan anggaran yang terbatas itu, kalau tidak dimanfaatkan dengan efektif, maka akan semakin tidak capai sasaran," kata Boediono.
Ke depan, pemerintah harus memikirkan kembali bagaimana meningkatkan anggaran untuk R&D dan juga meningkatkan kemampuan kapasitas penggunaan anggaran secara efektif. Yang harus dipikirkan juga adalah menampung salah satu sasaran jangka menengah, yakni mendorong peningkatan produktivitas yang berkesinambungan dari tahun ke tahun.
Boediono menambahkan, R&D harus memiliki dampak nyata di lapangan. Selain itu harus ditutup dengan kebijakan pendukung yang baik, seperti kebijakan kelembagaan, infrastruktur yang mendukung, dan anggaran yang sesuai.
"Ini semua harus ada untuk terjemahkan hasil R&D dari laboratorium sampai diadopsi petani. Jika telah diadopsi maka akan muncul hasil statistik pertanian makro yang meningkat," ujarnya.
Boediono meminta Kementerian Pertanian mampu menyerap anggaran dengan baik dan maksimal. Penyerapan tidak hanya berdasarkan kecepatan, tapi juga harus tepat sasaran. "Jangan sampai penyerapan anggaran menumpuk di masa akhir tahun anggaran," katanya. Menurut Boediono, R&D seyogyanya harus mampu berdampak terhadap ekonomi, kehidupan sosial, dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian Haryono mengakui anggaran yang diberikan masih kecil. Meski tiap tahun anggaran untuk Litbang pertanian meningkat, masih tetap tergolong kecil. Tahun 2009, anggaran Litbang sekitar Rp 800 miliar, naik pada 2010 menjadi Rp 1 triliun, dan tahun ini sebesar Rp 1,43 triliun.
"Tahun ini R&D kami fokus pada pengembangan varietas unggul untuk komoditas pangan, perkebunan, dan hortikultura. Juga fokus pada inovasi teknologi pendukung peningkatan produktivitas," ujarnya dalam acara yang sama.
Anggaran terbatas itu, lanjutnya, sudah termasuk untuk penggunaan pengembangan sumber daya manusia, kualitas varietas yang dihasilkan, dan operasionalisasi penelitian. "Saat ini kami sudah ada varietas benih padi yang adaptif, yaitu Inpara, Inpago, dan Inpari 13, meski persentase penggunaannya masih kecil," ujarnya.
Namun anggaran penelitian dan pengembangan di Indonesia merupakan yang terendah di ASEAN, baik anggaran dari pemerintah maupun swasta. Padahal penerapannya memiliki relevansi dengan upaya peningkatan produktivitas komoditas apa pun. Penelitian dan pengembangan juga harus bisa diterjemahkan di lapangan, bukan sekadar penemuan di laboratorium. "Dengan anggaran yang terbatas itu, kalau tidak dimanfaatkan dengan efektif, maka akan semakin tidak capai sasaran," kata Boediono.
Ke depan, pemerintah harus memikirkan kembali bagaimana meningkatkan anggaran untuk R&D dan juga meningkatkan kemampuan kapasitas penggunaan anggaran secara efektif. Yang harus dipikirkan juga adalah menampung salah satu sasaran jangka menengah, yakni mendorong peningkatan produktivitas yang berkesinambungan dari tahun ke tahun.
Boediono menambahkan, R&D harus memiliki dampak nyata di lapangan. Selain itu harus ditutup dengan kebijakan pendukung yang baik, seperti kebijakan kelembagaan, infrastruktur yang mendukung, dan anggaran yang sesuai.
"Ini semua harus ada untuk terjemahkan hasil R&D dari laboratorium sampai diadopsi petani. Jika telah diadopsi maka akan muncul hasil statistik pertanian makro yang meningkat," ujarnya.
Boediono meminta Kementerian Pertanian mampu menyerap anggaran dengan baik dan maksimal. Penyerapan tidak hanya berdasarkan kecepatan, tapi juga harus tepat sasaran. "Jangan sampai penyerapan anggaran menumpuk di masa akhir tahun anggaran," katanya. Menurut Boediono, R&D seyogyanya harus mampu berdampak terhadap ekonomi, kehidupan sosial, dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian Haryono mengakui anggaran yang diberikan masih kecil. Meski tiap tahun anggaran untuk Litbang pertanian meningkat, masih tetap tergolong kecil. Tahun 2009, anggaran Litbang sekitar Rp 800 miliar, naik pada 2010 menjadi Rp 1 triliun, dan tahun ini sebesar Rp 1,43 triliun.
"Tahun ini R&D kami fokus pada pengembangan varietas unggul untuk komoditas pangan, perkebunan, dan hortikultura. Juga fokus pada inovasi teknologi pendukung peningkatan produktivitas," ujarnya dalam acara yang sama.
Anggaran terbatas itu, lanjutnya, sudah termasuk untuk penggunaan pengembangan sumber daya manusia, kualitas varietas yang dihasilkan, dan operasionalisasi penelitian. "Saat ini kami sudah ada varietas benih padi yang adaptif, yaitu Inpara, Inpago, dan Inpari 13, meski persentase penggunaannya masih kecil," ujarnya.
TEMPO.CO, Jakarta
Senin, 26 Maret 2012
Faperta Berduka
Inalillahi wainnailaihi roji'un..
Telah berpulang ke Rahmatullah Ayahanda dari :
Novie Ayu Lestari
(Agribisnis '08 - Anggota Humas)
Pukul 18.27 WIB tadi malam di Rumah Sakit BMC Padang.
Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan di beri ketabahan.
Amin ya Robb..!!
Minggu, 25 Maret 2012
Indonesia – Vietnam Jajaki Kerjasama di Bidang Riset dan Pengembangan Padi Hibrida
Jakarta – Pemerintah menyatakan ketertarikannya melakukan kerjasama di bidang riset dan pengembangan padi hibrida di Vietnam. Bibit yang akan dikerjasamakan pengembangannya oleh Indonesia dan Vietnam tersebut berasal dari China. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA saat menggelar jumpa pers di Jakarta pada Senin (19/3/2012) usai menghadiri Konferensi FAO Kawasan Asia Pasifik ke 31 di Hanoi, Vietnam pada tanggal 15 – 16 Maret 2012.
Dijelaskan Mentan, selain kerjasama riset dan pengembangan padi hibrida, Pemerintah Indonesia juga menyampaikan keinginannya untuk melakukan investasi terkait ketahanan pangan di Vietnam.
“Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Vietnam, Dr. Cao Duc Pat,Indonesia berminat melakukan kerjasama dengan Vietnam dalam bidag riset dan pengembangan padi hibrida serta investasi terkait ketahanan pangan,” kata Mentan.
Menurut Mentan, di bidang pertanian, Vietnam mampu mencapai surplus beras hingga 10 juta ton per tahun karena negara tersebut mampu memproduksi padi sebanyak 40 juta ton gabah kering giling atau setara 24 juta ton beras. Padahal kebutuhan beras untuk konsumsi negara yang berpenduduk sekitar 86 juta jiwa tersebut hanya sekitar 12 juta ton per tahun.
Lebih lanjut dikatakan Mentan, luas lahan baku di Vietnam saat ini hanya seluas 4,3 juta hektare, lebih rendah daripada Indonesia yang mencapai 7,9 juta hektare."Namun demikian negara tersebut mampu panen sebanyak tiga kali setahun dengan produktivitas sekitar 5,2 ton per hektare sehingga produksi mencapai 40 juta ton GKG. Sementara itu, produktivitas tanaman padi di Indonesia hanya 5,1 ton/hektare dengan panen hanya dua kali dalam setahun,” jelas Mentan. Potensi produktivitas di Vietnam tersebut bahkan mampu meningkat hingga 9 – 10 to per hektar apabila menggunakan padi hibrida.
Sumber: Biro Umum dan Humas
Rabu, 14 Maret 2012
Petani Penangkar Se-Sumbar Studi Lapangan Tanah Datar
Sekitar 50 petani bibit sayuran dan hortikultura se-Sumatera Barat melakukan studi lapangan ke lahan kelompok tani Harapan Baru Nagari Sumanik, Kecamatan Salimpaung, Selasa (13/3).
Pimpinan rombongan dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Purnomo mengatakan, pembuatan benih unggul di tingkat petani masih rendah sehingga petani mencari benih ke pihak lain seperti buatan pabrik.
Sebenarnya petani kita sudah mampu membuat benih sendiri tapi kurang di sosialisasikan,” katanya.
Dia mencontohkan, kesuksesan salah seorang petani di Nagari Sumanik Syafrianto, yang berhasil menciptakan benih unggul Cabe Gero dan Buncis Raysanda. Keberhasilan membuat benih ini telah membawa Syafrianto ke Istana Negara menerima penghargaan petani penangkar benih dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Untuk itu, dia mengharapkan peserta workshop petani penagkar benih sayuran dan hortikultura se-Sumbar dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dan mengembangkannya di wilayah masing-masing.
“Untuk menciptakan benih bermutu diperlukan kreativitas petani dengan terus melakukan penelitian di lapangan”, katanya.
Dia menyebutkan, workshop petani penangkar benih sayuran dan hortikultura di luar pulau Jawa baru pertama kali digelar di Provinsi Sumbar.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Tanah Datar, Nelita Yelda mengatakan wilayah Kabupaten Taah Datar ada lima dari 14 Kecamatan yang membudidayakan tanaman hortikultura.
“Kita terus memberikan motivasi kepada petani untuk mampu membuat benih sendiri sehingga tidak selalu membeli benih di pasaran,” tutur Yelda. (fan/jno)
Batusangkar, ANTARA-SUMBAR
Jumat, 02 Maret 2012
Daftar Nama Tumbuhan (Tanaman) dan Nama Latin
Daftar nama tumbuhan (tanaman) dan nama latin ini sebagai kumpulan nama tumbuhan (flora) yang dilengkapi dengan nama latin (ilmiah). Seratusan nama tanaman lengkap dengan nama latinnya saya susun sebagai daftar.
Daftar dalam artikel ini merupakan permintaan keponakan saya yang menanyakan nama tumbuhan beserta nama latinnya. Dari pada susah nulis hanya untuk dikirim pada satu orang via email, saya pikir akan lebih baik jika tumbuhan dan nama latin ini saya posting di blog sekalian. Siapa tahu ada yang membutuhkan.
Berikut daftar nama latin dari berbagai tumbuhan atau tanaman yang kesemuanya dapat ditemukan di Indonesia.
Nama Tanaman Hias atau Bunga dan Nama Latin
- Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)
- Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
- Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)
- Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)
- Cempaka Putih (Michelia alba)
- Cempaka Kuning (Michelia champaka)
- Cempaka Telor (Magnolia coco)
- Edelweis Jawa (Anaphalis javanica)
- Kenanga (Cananga odorata)
- Melati Gambir (Jasminum pubescens)
- Melati Putih (Jasminus sambac)
- Nibung (Oncosperma tigillarium)
Nama Tumbuhan Obat dan Nama Latin
- Ciplukan (Physalis angulata)
- Gambir (Uncaria gambir)
- Mengkudu (Morinda citrifolia)
- Sirih (Piper betle)
- Zodia (Evodia suaveolens)
Nama Tumbuhan Buah dan Nama Latin
- Alpukat (Persea americana)
- Apel (Pyrus malus)
- Belimbing Manis (Averrhoa carambola)
- Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
- Ceremai (Phyllanthus acidus)
- Delima (Punica granatum)
- Durian (Durio zibethinus)
- Duwet (Syzygium cumini)
- Gayam (Inocarpus fagiferus)
- Jambu Air (Eugenia aquea)
- Jeruk Manis (Citrus sinensis)
- Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
- Kasturi (Mangifera casturi)
- Kawista (Limonia acidissima)
- Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)
- Kemang (Mangifera kemanga)
- Kelapa (Cocos nucifera)
- Kepa (Syzygium polycephalum)
- Kepel (Stelechocarpus burahol)
- Kersen (Muntingia calabura)
- Korma rawa (Phoenix paludosa)
- Lontar (Borassus flabellifer)
- Mangga (Mangifera indica)
- Manggis (Garcinia mangostana)
- Matoa (Pometia pinnata)
- Menteng (Baccaurea racemosa)
- Mundu (Garcinia dulcis)
- Nam Nam (Cynometra cauliflora)
- Nangka (Artocarpus heterophyllus)
- Pisang (Musa paradisiaca)
- Pepaya (Carica papaya)
- Rambutan (Nephelium lappaceum)
- Salak (Salacca zalacca)
- Sawo Kecik (Manilkara kauki)
Nama Tanaman Keras dan Nama Latin
- Ajan Kelicung (Diospyros macrophylla)
- Andalas (Morus macroura)
- Baobab (Adansonia Digitata)
- Bintaro (Cerbera manghas)
- Eboni (Diospyros celebica)
- Gaharu (Aquilaria moluccensis)
- Gandaria (Bouea macrophylla)
- Jati (Tectona grandis)
- Karet (Hevea braziliensis)
- Kapuk Randu (Ceiba pentandra)
- Kenari (Canarium ovatum)
- Kendal (Cordia bantamensis)
- Kepuh (Sterculia foetida)
- Kokoleceran (Vatica bantamensis)
- Limpasu (Baccaurea lanceolata)
- Maja (Aegle marmelos)
- Majegau (Dysoxylum densiflorum)
- Nagasari (Palaquium rostratum)
- Trembesi (Albizia saman Sin. Samanea saman)
Nama Tanaman Umbi dan Rimpang dan Nama Latin
- Jahe (Zingiber officinale)
- Bengkuang (Pachyrhizus erosus)
- Garut (Maranta arundinacea)
- Ganyong (Canna edulis)
- Kedawung (Parkia roxburghii)
- Lengkuas (Alpinia galanga)
- Singkong (Manihot esculenta)
- Ubi Jalar (Ipomoea batatas)
Tumbuhan Rempah dan Nama Latin
- Asam Jawa (Tamarindus indica)
- Bawang Merah (Allium cepa)
- Bawang Putih (Allium sativum)
- Cabai (Capsicum annum)
- Cabai Rawit (Capsicum frutescens)
- Cengkeh (Syzygium aromaticum)
- Kencur (Kaempferia galanga)
- Lada (Piper nigrum)
- Pala (Myristica fragrans)
Tumbuhan Lainnya dan Nama Latin
- Jagung (Zea mays)
- Kacang Hijau (Vigna radiata)
- Kacang Kapri (Pisum sativum)
- Kacang Merah (Phaseolus vulgaris)
- Kacang Panjang (Phaseolus vulgaris)
- Kacang Tanah (Arachis hypogaea)
- Kentang (Solanum tuberosum)
- Kesambi (Schleichera oleosa)
- Padi (Oryza sativa)
- Petai Cina (Leucaena leucocephala)
- Terung (Solanum melongena)
- Tuba (Derris elliptica)
Selain itu bisa dilihat juga daftar nama latin dari tumbuhan-tumbuhan:
- Aneka jenis Bambu
- Aneka jenis Melati
- Aneka Jenis Kantong Semar
- Aneka Jenis Anggrek Langka
- Aneka Jenis Bunga Bangkai
- Aneka Jenis Palem
- Aneka Flora Identitas di Indonesia
Karena hanya daftar nama latin tanaman (tumbuhan), untuk melihat diskripsi lebih lengkap dari masing-masing jenis silakan meng-klik tautan yang tersedia.
Sekali lagi ini merupakan permintaan keponakan sekaligus mengisi postingan di blog ini sekaligus (lagi) memberikan internal link pada artikel-artikel saya terdahulu. Jadi mohon maaf jika daftar nama latin tumbuhan atau tanaman (flora) ini membuat bosan sobat-sobat.
Brokoli Ampuh Tumpas Sel Kanker
Jakarta - Jangan sisakan brokoli dalam hidangan yang Anda makan. Pasalnya, dengan rutin memakan si kembang hijau ini, berarti telah menjaga kesehatan. Baru-baru ini peneliti menemukan satu lagi manfaat brokoli, yakni mencegah kanker.
Periset dari Linus Pauling Institute, Oregon State University, telah menemukan cara brokoli melawan kanker. Kuncinya ada pada epigenetic, yaitu faktor luar yang menyebabkan perubahan gen. Faktor tersebut di antaranya adalah makanan dan racun (toxin).
Studi sebelumnya sudah mengungkap bahwa zat sulforaphane dalam tanaman cruciferous (misalnya brokoli dan kol) membantu mengobati kanker. Sebenarnya gen dalam tubuh kita dapat menekan perkembangan tumor, namun enzim HDAC menghalanginya. Zat yang terkandung dalam brokoli dapat membatasi aktivitas HDAC.
Hebatnya, sulforaphane tidak hanya bekerja dengan satu metode. Zat ini juga melawan kanker dengan DNA methylation, yaitu proses menonaktifkan gen secara normal. Proses ini membantu mengendalikan bagaimana DNA dibaca sebagai bagian komunikasi genetis di dalam sel. Kanker membuat prosedur tersebut kacau.
Sulforaphane mempengaruhi DNA methylation dan proses penghambatan HDAC untuk bekerja sama mempertahankan fungsi sel yang optimal, sehingga kanker dapat dicegah. Meski efek ini baru terbukti pada kanker prostat, tak menutup kemungkinan hasil yang sama didapat oleh penderita kanker usus dan payudara.
Penelitian tahun 2010 membuktikan bahwa sulforaphane mampu membunuh sel kanker payudara pada tikus. Riset yang terdapat dalam jurnal Clinical Cancer Research ini juga menyebutkan bahwa sulforaphane mampu menghambat pertumbuhan sel tumor baru.
Manfaat lain brokoli dikemukakan dalam British Journal of Nutrition. Brokoli yang dimasak dengan makanan spicy dapat meningkatkan kemampuannya mencegah kanker. “Bumbui brokoli dengan broccoli sprout, mustard, lobak, atau wasabi. Semakin spicy, semakin efektif,” jelas Elizabeth Jeffery, profesor gizi di University of Illinois.
Periset dari Linus Pauling Institute, Oregon State University, telah menemukan cara brokoli melawan kanker. Kuncinya ada pada epigenetic, yaitu faktor luar yang menyebabkan perubahan gen. Faktor tersebut di antaranya adalah makanan dan racun (toxin).
Studi sebelumnya sudah mengungkap bahwa zat sulforaphane dalam tanaman cruciferous (misalnya brokoli dan kol) membantu mengobati kanker. Sebenarnya gen dalam tubuh kita dapat menekan perkembangan tumor, namun enzim HDAC menghalanginya. Zat yang terkandung dalam brokoli dapat membatasi aktivitas HDAC.
Hebatnya, sulforaphane tidak hanya bekerja dengan satu metode. Zat ini juga melawan kanker dengan DNA methylation, yaitu proses menonaktifkan gen secara normal. Proses ini membantu mengendalikan bagaimana DNA dibaca sebagai bagian komunikasi genetis di dalam sel. Kanker membuat prosedur tersebut kacau.
Sulforaphane mempengaruhi DNA methylation dan proses penghambatan HDAC untuk bekerja sama mempertahankan fungsi sel yang optimal, sehingga kanker dapat dicegah. Meski efek ini baru terbukti pada kanker prostat, tak menutup kemungkinan hasil yang sama didapat oleh penderita kanker usus dan payudara.
Penelitian tahun 2010 membuktikan bahwa sulforaphane mampu membunuh sel kanker payudara pada tikus. Riset yang terdapat dalam jurnal Clinical Cancer Research ini juga menyebutkan bahwa sulforaphane mampu menghambat pertumbuhan sel tumor baru.
Manfaat lain brokoli dikemukakan dalam British Journal of Nutrition. Brokoli yang dimasak dengan makanan spicy dapat meningkatkan kemampuannya mencegah kanker. “Bumbui brokoli dengan broccoli sprout, mustard, lobak, atau wasabi. Semakin spicy, semakin efektif,” jelas Elizabeth Jeffery, profesor gizi di University of Illinois.
Sumber : food.detik.com
Rabu, 22 Februari 2012
SEMINAR NASIONAL BEM FAPERTA UNSRI Kerjasama IBEMPI
Hadirilah SEMINAR NASIONAL BEM FAPERTA UNSRI Kerjasama IBEMPI
"Arah Kebijakan dan Srategi Pembangunan Pertanian Menuju Indonesia Swasembada Pangan 2014"
GRATIS bagi Institusi anggota IBEMPI + Penginapan
SEMINAR NASIONAL
Tanggal : Rabu/29 Februari 2012
Waktu : 08.00- 16.00
Tempat : Auditorium Universitas Sriwijaya, Indralaya
HTM : Ilmu, Seminar Kit, Makan Siang, Sertifikat, Snack
Sahabat IBEMPI Free (SEMNAS+Penginapan)
Mahasiswa Rp. 30.000,-
Umum Rp. 50.000,-
Undangan PT Swasta Rp. 500.000,-
Undangan Pemerintah Rp. 250.000,-
Pemateri pihak Pemerintah:
> Kementerian Pertanian Ir. H. Suswono, MMA
> Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Ir. M Hatta Rajasa
> Ketua Komisi IV DPR RI M. Romahurmuziy
> Bupati OKU Timur H. Herman Deru, SH, MM
> Deputi UIP III BUMN Drs. Muhammad Zamkhani, AK, MBA
Pemateri Pihak Swasta:
> Dirut PT. PUSRI Palembang Arifin Tasfrif
> Dirut PT. Sang Hyang Seri Eddy Budiono
> Dirut PT. PERTANI Dwi Antono
PENDAFTARAN:
Senin-,20-27 Februari 2012
Sekretariat:
>Sekretariat BEM FAPERTA UNSRI, Jl. Raya Palembang-Prabumulih km.32 Indralaya, Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia.
> POSKO Pendaftaran DPR (Dibawah Pohon Rindang) Depan Dekanat FAPERTA UNSRI Inderalaya
> Pendaftaran Sahabat IBEMPI silahkan hubungi Megawati (Korwil IBEMPI Sumatera) 0852-66416442
CP:
Tasya_0856-69690735
eko dedi septiaji_08575883732
Atau bisa juga langsung hubungi Koorwil IBEMPI wilayah Sumatera :
Mega_0852 6641 6442
Kamis, 09 Februari 2012
Jumat, 20 Januari 2012
Links Unit Kerja/UPT
Links Situs Pertanian Internasional
ACIAR – The Australian Centre for International Agricultural Research ACIAR membantu memecahkan masalah-masalah dalam penelitian pertanian di negara-negara berkembang. Kantor pusat ACIAR berkedudukan di Canberra, Australia.
APEC – Asia Pacific Economic http://www.apecsec.org.sg/
CAAS - Chinese Academy of Agricultural Sciences (CAAS) melaksanakan kerja sama internasional dengan lebih dari 40 negara dan lembaga-lembaga penelitian pertanian internasional.
CGIAR – Consultative Group on International Agricultural Research CGIAR mempromosikan pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Situs menyajikan informasi penelitian, pusat penelitian, publikasi, berita.
CABI – CAB International Organisasi nir laba, menyajikan informasi dan layanan ilmiah dalam bidang pertanian, kehutanan, kesehatan dan manajemen sumberdaya alam.
CIAT – Centro Internacional de Agricultura Tropica Lembaga penelitian non pemerintah, ditujukan untuk mengatasi kelaparan dan kemiskinan di negara berkembang. Situs menyajikan informasi perbaikan tanaman pangan, keanekaragaman hayati, hama dan penyakit, manajemen lahan, dan lain-lain.
CIP – Centro Internacional de la Papa International Potato Center (CIP) melalui riset ilmiahnya bertujuan membantu mengatasi kemiskinan dan mengembangkan ketahanan pangan di negara-negara berkembang. Situs meyajikan informasi antara lain kegiatan penelitian, publikasi, database, dan training.
CIRAD – Centre de cooperation Internationale en Recherche Agronomique pour le Developpement (CIRAD) : mempunyai mandat melaksanakan kerjasama dengan negara-negara berkembang untuk menghasilkan teknologi pertanian dan mendukung pengembangan pertanian berbasis isu-isu global pertanian. Situs menyajikan informasi R & D, training, pertukaran ilmiah, publikasi, dan lain-lain.
CIMMYT – Centro Internacional de Mejoramiento de Maiz y Trigo http://www.cimmyt.org
FAO – Food and Agriculture Organization (FAO) Organisasi Pangan dan Pertanian berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bermarkas di Roma, Italia, FAO bertujuan untuk menaikkan tingkat nutrisi dan taraf hidup; meningkatkan produksi, proses, pemasaran dan penyaluran produk pangan dan pertanian; mempromosikan pembangunan di pedesaan; dan melenyapkan kelaparan.
ICARDA – International Center for Agricultural Research in the Dry Areas ICARDA melalui kemitraan bekerjasama dengan lembaga national, regional dan internasional, universitas, organisasi non pemerintah, departemen di negara-negara berkembang maupun dengan lembaga penelitian di negara-negara maju.
ICRA – International Center for development oriented Research in Agriculture ICRA bertujuan untuk memperkuat penelitian pertanian di negara-negara berkembang melalui program pelatihan yang profesional.
ISNAR – International Service for National Agricultural Research ISNAR membantu negara-negara berkembang dalam pengembangan sistem dan organisasi penelitian pertanian nasional. Situs menyajikan kegiatan proyek dan pelatihan, forum diskusi, publikasi, dan lain-lain.
IPGRI – International Plant Genetic Resources Institute IPGRI mempunyai mandat untuk memajukan konservasi dan keanekaragaman genetik.
ILRI – International Institute for Land Reclamation and Improvement Lembaga independen, non profit, di bawah Departemen Pertanian, Manajemen Sumberdaya Alam dan Perikanan, Netherland, yang mempunyai mandat dalam pengumpulan dan penyebaran pengetahuan untuk pemanfaatan sumberdaya lahan dan air yang berkelanjutan.
IAC – International Agricultural Centre IAC berperan sebagai platform dalam pertukaran dan transfer pengetahuan siap pakai dalam manajemen beerkelanjutan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui. Memberikan pelayanan pelatihan, konsultasi dan manajemen informasi, terutama untuk negara berkembang.
ISRIC – International Soil Reference and Information Centre Pusat dokumentasi, penelitian dan training tentang pertanahan, dengan penekanan pada sumberdaya alam di negara-negara berkembang.
ISAA – International Service for the Acquisition of Agri-biotech Applications Organisasi nirlaba, memberikan informasi tentang bioteknologi pertanian. http://www.isaaa.org
IRRI – International Rice Research Institute Lembaga non profit Internasional yang bergerak di bidang penelitian dan pelatihan pertanian.
Informasi tentang perpadian yang berguna bagi peneliti, pengkaji dan penyuluh pertanian
JIRCAS – Japan International Research Center for Agricultural Sciences JIRCAS mendukung penelitian untuk ketersedian pangan global yang tangguh dan pertanian, kehutanan dan perikanan yang berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan.
JICA – Japan International Cooperations Agency JICA mempromosikan kerjasama untuk pembangunan dalam bidang sosial ekonomi dengan negara-negara berkembang.
NRI – Natural Resources Institute Lembaga international multi disiplin berkedudukan di Kent, United Kingdom. NRI melaksanakan penelitian, memberikan konsultasi, dan layanan pendidikan dalam bidang manajemen sumberdaya alam dan sumberdaya manusia.
RDA – Rural Development Administration (RDA) bertanggungjawab terhadap penelitian dan pengembangan teknologi pertanian; diseminasi teknologi pertanian dan pelayanan penyuluhan; kontrol kwaliti pupuk, pestisida; dan training.
RiceWeb-Salah satu situs milik International Rice Reseach Institute (IRRI) tentang perpadian.
Sumber : Badan Litbang Pertanian (Kementrian Pertanian RI)
Langganan:
Postingan (Atom)
Kutipan Terkini
INFO TERBARU
Pilih Bahasa Anda
Lokasi BEM Faperta
Perlu adakan Public Complain? Tentang?
Dafrar Isi
Pengunjung
Asal Pengunjung
KABINET BERSINAR (Bekerja, Sinergi, Berkarya)
Labels
- Berita Beasiswa (2)
- Berita Pertanian (11)
- Berita Umum (22)
- Contact (2)
- Dokumentasi (1)
- Download (1)
- Formulir (1)
- Kalender Akademik (1)
- Kegiatan BEM FP (12)
- Tentang Bem FP (4)
- Tentang Fakultas (5)
Labels
- Berita Beasiswa (2)
- Berita Pertanian (11)
- Berita Umum (22)
- Contact (2)
- Dokumentasi (1)
- Download (1)
- Formulir (1)
- Kalender Akademik (1)
- Kegiatan BEM FP (12)
- Tentang Bem FP (4)
- Tentang Fakultas (5)
Popular Posts
-
Nama Nama A.R. Malikul Mulki Nasni Abdurachman Achmad Rizqan Ade Anastassia Ade Lova Devita Ade P...
-
Contact Person BEM KM YANG ADA DI UNAND NO FAKULTAS NAMA GUBERNUR / PRESMA CONTACT PERSON INFOKOM CP 1 BEM KM ...
-
Nama Nama A. Doni Saputra Abukhari Ade Pratama Ade Yulia Putri Adi Mulianto Agam Rauzulma W...
-
Fakultas Pertanian Universitas Andalas berdiri pada tanggal 30 September 1954 di Payakumbuh . Peresmian dan penandatanganan prasasti dila...
-
EmailMeForm BIODATA PENGURUS BEM FP-UNAND (Hanya Untuk Pengurus Periode 2011-2012) Nama (Lengkap) * Pasword Anggota * ...
-
Nama ACHYAR NURDIN ADRINAL AGUSTIAN AMRIZAL SAIDI APRISAL APRIZAL ZAINAL ARDI ARIES KUSUMAWATI ARMANS...
-
Gambaran Umum Dinas : Dinas Infokom (Informasi dan Komunikasi), yaitu dinas yang bergerak dalam segala sesuatu mengenai teknologi dan M3-Inf...
-
Guy's !! Mari Saatnya Mengabdi Kemasyarakat Kami Keluarga BEM-FP UNAND Mengundang Kawan-kawan Semua untuk Bergabung di Kepanitiaan dala...
-
Inalillahi wainnailaihi roji'un.. Telah berpulang ke Rahmatullah Ayahanda dari saudara kita: FAHMI RIDHO (Agribisnis '...

Dengan Semangat yang baru, mari kita ubah dan perbaiki segala sesuatu dengan cara yang baru pula. Dan tentunya lebih menegaskan arti dari kepemimpinan BEM FP Unand sebagai wakil mahasiswa Fakultas Pertanian yang merangkul dan merapatkan kekeluargaan dan...
Berdasarkan proposal yang disetujui oleh Pimpinan Fakultas Pertanian Universitas Andalas dan Rapat Pleno BEM FP-UA tahun 2011-2012 tentang penyelenggaraan Acara NEW FAPERTA AWARD tahun 2012 di rumuskan sebagai berikut:...
Ayoo... Buruan daftar..!!!
Saat nx membentuk jati diri dan bribadi yang berkarakter. Ndak zaman nx lagi generasi muda ugal-ugalan. Inlah saatnya blajar memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain...
Guy's !! Mari Saatnya Mengabdi Kemasyarakat
Kami Keluarga BEM-FP UNAND Mengundang Kawan-kawan Semua untuk Bergabung di Kepanitiaan dalam Pengabdian Masyarakat Pada
Program Desa Mitra
Dengan tema "Mahasiswa Mengabdi"...
















